WahanaListrik.com | Pada saat rapat kabinet, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengkritik Pertamina dan PLN.
Dalam kritikan tersebut, Jokowi menyampaikan jika keruwetan yang ada di birokrasi membuat banyaknya investor sulit untuk berinvestasi di BUMN.
Baca Juga:
Dua Pekan Menjelang Pilkada Jakarta, Pasangan Calon Berebut Dukungan Jokowi-Anies
Selain itu, Jokowi menekankan jika BUMN seharusnya mengerti konsekuensi dari penugasan yang diberikan.
Menanggapi hal ini, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat.com dari YouTube Rocky Gerung Official, ia berujar jika kemarahan yang disampaikan Jokowi disebabkan karena orang nomor satu di Indonesia itu sedang mengalami frustrasi.
"Kalau bukan frustrasi artinya putus asa. Dua-duanya menimbulkan polemik juga. Sekarang kita menonton seseorang yang punya kemampuan untuk mengatur kabinetnya musti marah-marah di depan publik. Itu artinya dia diam saja di kabinet, mulai pecat satu-satu diam-diam, ini musti marah-marah dulu," kata Rocky Gerung.
Baca Juga:
Ribuan Warga Hadir, Saat Jokowi Blusukan di Banyumas Dampingi Luthfi
Selain itu, alasan Jokowi marah-marah pada saat rapat kabinet disebutkan karena jengkel dengan tingkah Erick Thohir.
"Konteksnya adalah Presiden jengkel kenapa menterinya mengkritik dia. Erick Thohir buka aibnya Jokowi kan secara tidak langsung. Erick Thohir mau mengatakan yang memutuskan harga PCR itu bukan dia dan bukan pasar, tetapi Presiden," ujar Rocky.
Menurut Rocky, hal tersebut sama dengan membuka borok Presiden yang membuat Jokowi kesal.
"Makanya dia marahin Erick Thohir. Namun, sinyalnya hanya marah saja, jadi kita tahu itu enggak ada gunanya marah. Dia punya kemampuan untuk melakukan pemecatan, reshuffle, segala macam," tutur Rocky. [Tio]