Namun, mereka juga terus berupaya mencari sumber lain.
Salah satunya, penanaman pohon kaliandra. Mereka sudah menanam 20 ribu pohon sebagai proyek percontohan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN Indonesia Power Atas Target Berkelanjutan EBT Hijau dan Hydro yang Bisa Bersaing di Kancah Internasional
Kalau proyek ini berhasil, kita bisa menciptakan ekosistem suplai chain untuk bahan bakar alternatif di PLTU,” tuturnya.
UP Paiton juga sedang meneliti penggunaan biomassa kayu di kisaran 20–50 persen.
Jika berhasil, Anggoro percaya bahwa pada masa depan dua pembangkit dengan kapasitas 2 x 400 megawatt (mw) itu bisa beroperasi menggunakan 100 persen biomassa sebelum 2035.
Baca Juga:
Buat Rencana Ketenagalistrikan, ALPERKLINAS Apresiasi Pemerintah Targetkan Interkoneksi Jaringan Listrik Internal dan Antarpulau Seluruh Indonesia
Dia mengatakan, itu merupakan cara yang paling jitu agar pemerintah bisa tetap memanfaatkan pembangkit yang beroperasi lebih dari dua dekade.
Pasalnya, megaproyek listrik 35 ribu mw diperkirakan rampung pada 2025.
Pada saat itu oversuplai listrik di Indonesia pasti memuncak. Alhasil, pembangkit yang tak terlalu efisien seperti UP Paiton 1-2 bakal diistirahatkan.