Namun, mereka juga terus berupaya mencari sumber lain.
Salah satunya, penanaman pohon kaliandra. Mereka sudah menanam 20 ribu pohon sebagai proyek percontohan.
Baca Juga:
Lewat Sustainability Day 2026, PLN Tegaskan Komitmen Transisi Energi Berkelanjutan
Kalau proyek ini berhasil, kita bisa menciptakan ekosistem suplai chain untuk bahan bakar alternatif di PLTU,” tuturnya.
UP Paiton juga sedang meneliti penggunaan biomassa kayu di kisaran 20–50 persen.
Jika berhasil, Anggoro percaya bahwa pada masa depan dua pembangkit dengan kapasitas 2 x 400 megawatt (mw) itu bisa beroperasi menggunakan 100 persen biomassa sebelum 2035.
Baca Juga:
Energi Terbarukan RI Jauh Tertinggal dengan Vietnam Saja Masih Kalah
Dia mengatakan, itu merupakan cara yang paling jitu agar pemerintah bisa tetap memanfaatkan pembangkit yang beroperasi lebih dari dua dekade.
Pasalnya, megaproyek listrik 35 ribu mw diperkirakan rampung pada 2025.
Pada saat itu oversuplai listrik di Indonesia pasti memuncak. Alhasil, pembangkit yang tak terlalu efisien seperti UP Paiton 1-2 bakal diistirahatkan.