WahanaListrik.com | Pemerintah memastikan bahwa Tarif Dasar Listrik (TDL) sepanjang Q1-2022 ini tidak akan naik, namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tetap mengkhawatirkan akan potensi naik di kuartal berikutnya mengingat besarnya konsumsi listrik mencapai 20%-30% dari biaya operasional.
Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani mengatakan kalau masalahnya adalah ketidakpastian pemerintah akan menahan harga listrik.
Baca Juga:
Lebaran Idulfitri 1446 H, PLN Jawa Barat Sukses Jaga Pasokan Listrik Andal
Apalagi menurutnya, PLN memiliki beban keuangan yang cukup besar dan kalau tidak ada transparansi ini akan sangat mengkhawatirkan.
"Sorotan kami adalah kalau tiba-tiba PLN naik bagaimana, sekarang intervensi Presiden sungguh besar, kalau presiden tidak peduli bisa cepat naik," ungkap Hariyadi dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (15/1/2022).
Ditambah lagi, menurut Sukamdani, PLN juga memiliki kecenderungan untuk "mengorbankan" industri dan bisnis.
Baca Juga:
Siaga Penuh, PLN Jabar Sukses Jaga Keandalan Listrik di Momen Lebaran Idulfitri 1446 H
"Pelanggan industri yang selalu kesulitan, sedangkan rumah tangga tidak dilakukan penyesuaian sekian lama. Kalau mau fair harusnya rumah tangga naik, tapikan itu jadi masalah populis dan politis," tegas Sukamdani.
Menurut Sukamdani, setiap sektor usaha memiliki cost yang berbeda dalam penggunaan listrik. Misalnya untuk industri alat berat, seperti baja dan kimia mengkonsumsi listri dengan cukup besar.
Sedangkan jasa bisa lebih kecil, namun tetap disesuaikan dengan besar-kecilnya hotel, misalnya.