WahanaListrik.com | Komisi VI DPR RI mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi menjadi program prioritas bagi PT PLN (Persero) pada tahun ini.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan program tersebut akan mengurangi ketergantungan impor BBM, di samping dapat mengatasi persoalan oversupply listrik yang saat ini tengah dihadapi PLN.
Baca Juga:
Sahroni Buka Suara soal RUU Polri, Singgung HAM dan Tembakan Terukur untuk Begal
Apalagi, jelas dia, saat ini LPG sedang langka dan harganya mahal sehingga sangat membebani masyarakat.
"Saya berharap Pak Dirut PLN bisa menyelesaikan sengkarut LPG dengan menjadikan program kompor listrik menjadi program prioritas," ujar Andre, seperti dikutip dari laman resmi DPR, Senin (28/3/2022).
Menurut Andre, program ini akan menghasilkan efisiensi untuk negara sebesar Rp 60 triliun.
Baca Juga:
RUU Polri Dibahas, DPR Tekankan Pentingnya Kepastian Status dan Pengawasan Kompolnas
"Karena dari data yang saya baca, memasak 10 liter air menggunakan kompor listrik hanya mengeluarkan biaya Rp 1.200, sementara jika menggunakan LPG non subsidi mencapai Rp 6.000," ujar Andre.
Selain konversi kompor LPG ke kompor induksi, Andre juga mendukung rencana PLN untuk menggalakkan akselerasi program kendaraan listrik.
Anggota Komisis VI dari Fraksi PDI-P Deddy Yevri Hanteru Sitorus juga menyatakan dukungannya.