WahanaListrik.com | Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi (RE) di seluruh wilayah Indonesia bisa mencapai 100 persen pada akhir 2022.
Hingga tahun 2021, angkanya telah terealisasi 99,45 persen, sementara rasio desa berlistrik (RDB) sudah pada level 99,62 persen.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Data tersebut disampaikn Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (5/5/2022).
Rida menuturkan, RE merupakan cerminan akses energi di Indonesia.
Di samping rasio elektrifikasi, pemerintah menetapkan target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.
Baca Juga:
Komitmen Indonesia Perkuat Daya Tarik Investasi dan Kepercayaan bagi Investor
"Akhir 2021, porsi EBT sudah mencapai 14 persen dalam bauran energi pembangkit listrik," jelas Rida.
Komitmen Indonesia, sambung Rida, menuju transisi energi bersih diproyeksikan sepenuhnya dengan implementasi dekarbonisasi pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Beberapa kebijakan yang sudah diimplementasikan oleh pemerintah diantaranya tidak ada penambahan pembangkit listrik berbasis batubara kecuali yang sudah berkontrak atau sedang kontruksi.