Saat ini PLN mempunyai srikandi hebat yang menduduki posisi penting di perusahaan BUMN ini.
Sehingga, para srikandi PLN tersebut bisa membumihanguskan stigma bahwa perempuan tidak kapabel di perusahaan enjiniring yang sarat teknologi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Kebijakan sex harassment sudah diberlakukan sejak April 2020.
“Kita membangun lingkungan sehat. Butuh peran korporasi untuk mengantisipasi hal tersebut, agar tak terjadi di lingkungan kerja masing-masing. PLN juga mengeluarkan aturan perusahaan terkait perempuan dan perlindungannya sehingga bisa berkontribusi optimal untuk perusahaan,” ujar Sinthya.
Ketua Srikandi PLN, Chairani Rachmatullah menjelaskan, perseroan secara konsisten meningkatkan kompetensi para pegawai perempuan.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Melalui kerjasama dengan US-AID tersebut, PLN membuka program engineering Empowerment yang mampu meningkatkan kompetensi perempuan PLN.
Srikandi PLN juga menggelar webinar yang mendorong enjinir perempuan untuk tetap mengembangkan diri di bidang keahliannya agar bisa bersaing secara fair.
“Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi bidang khusus engineering untuk perempuan di PLN,” ungkapnya.