Saat ini, reserve margin (cadangan daya) untuk wilayah kerja PLN UID Jateng & Yogyakarta atas 35 persen persen dari beban puncak.
Irwansyah menyabutkan, saat ini daya mampu pada sistem kelistrikan Jateng-Yogyakarta sebesar 6.664 megawatt (MW) dengan beban puncak pada siang hari sekitar 4.200 MW.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Dengan begitu masih ada cadangan sebesar 2.464 MW.
Selain untuk mendorong masuknya investor ke Kawasan Industri Kendal, dengan beroperasinya Gardu Hubung, maka pasokan listrik untuk Samator dan Asia Pacific Fibers juga mendapat kehandalan pasokan.
Selain mengoperasikan Gardu Hubung Mangkang, lanjut Irwansyah, PLN juga melakukan optimalisasi jaringan Krapyak 01 yang akan berimbas kepada meningkatnya keandalan supply di wilayah Kendal dan sekitarnya secara umum.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
“Ke depan diharapkan model Gardu Hubung Mangkang ini dapat dilakukan pengembangan dan diimplimentasikan sebagai konsep backup antar trafo Gardu Induk di wilayah kerja PLN UID Jateng & Yogyakarta,” tandasnya. [Tio]