Saat ini, reserve margin (cadangan daya) untuk wilayah kerja PLN UID Jateng & Yogyakarta atas 35 persen persen dari beban puncak.
Irwansyah menyabutkan, saat ini daya mampu pada sistem kelistrikan Jateng-Yogyakarta sebesar 6.664 megawatt (MW) dengan beban puncak pada siang hari sekitar 4.200 MW.
Baca Juga:
PLN Luncurkan Program Gelegar SwaCAM, ALPERKLINAS: Ini untuk Bangun Kemandirian Konsumen Listrik
Dengan begitu masih ada cadangan sebesar 2.464 MW.
Selain untuk mendorong masuknya investor ke Kawasan Industri Kendal, dengan beroperasinya Gardu Hubung, maka pasokan listrik untuk Samator dan Asia Pacific Fibers juga mendapat kehandalan pasokan.
Selain mengoperasikan Gardu Hubung Mangkang, lanjut Irwansyah, PLN juga melakukan optimalisasi jaringan Krapyak 01 yang akan berimbas kepada meningkatnya keandalan supply di wilayah Kendal dan sekitarnya secara umum.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Apel Penyalaan Serentak Pasang Baru dan Tambah Daya 1.700 Pelanggan
“Ke depan diharapkan model Gardu Hubung Mangkang ini dapat dilakukan pengembangan dan diimplimentasikan sebagai konsep backup antar trafo Gardu Induk di wilayah kerja PLN UID Jateng & Yogyakarta,” tandasnya. [Tio]