"China terus menunjukkan kekuatan energi bersihnya, dengan perluasan energi terbarukan yang menunjukkan negara itu dapat mencapai puncak emisi CO2 jauh sebelum 2030," kata Birol.
Namun, IEA mengingatkan, selama lima tahun ke depan, penambahan tahunan rata-rata kapasitas surya dan angin perlu mendekati dua kali lipat dari prediksi saat ini untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050.
Baca Juga:
Jejak EPC PLN IP Services, Garap PLTS Terapung hingga Sistem Kelistrikan Modern
"Untuk mendapatkan energi terbarukan di jalur dengan nol bersih pada tahun 2050, pemerintah tidak hanya perlu mengatasi tantangan kebijakan dan implementasi saat ini tetapi juga meningkatkan ambisi untuk semua penggunaan energi terbarukan," tulis IEA. [Tio]