WahanaListrik.WAHANANEWS.CO - Di sebuah sudut Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, cerita tentang sampah kini berubah arah. Jika dulu sampah plastik kerap berakhir di aliran sungai, kini justru menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.
Transformasi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui pendampingan berkelanjutan dari PT PLN Electricity Services (PLN ES) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Baca Juga:
22 Ribu Lebih Personel PLN Electricity Services Siaga, Amankan Keandalan Kelistrikan Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Program yang dimulai sejak 2024 ini menyasar Bank Sampah Kampung Tape (KATA), yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan.
Sampah anorganik dianggap tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga masyarakat sekitar masih membuang sampah di bantaran sungai.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah belum memadai, sehingga nilai ekonomi dari sampah plastik belum memberikan manfaat ekonomi yang optimal.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Lanjutkan Program Revitalisasi Kelistrikan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
Pendampingan dalam mengelola bank sampah dari proses pemilahan, pengolahan, hingga penjualannya menjadi salah satu program bantuan Bank Sampah binaan PLN ES di Kampung Tape.jpg [WAHANANEWS.CO/PLN ES].
Namun, perubahan mulai terasa sejak PLN ES hadir tidak hanya dengan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menyadarkan masyarakat bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi sumber nilai ekonomi.
Pada tahap awal, PLN ES melakukan pendampingan bank sampah KATA, dimana ini menjadi pondasi awal untuk keberlanjutan bank sampah. Selain itu, PLN ES juga membangun gudang, penyediaan alat pengolahan sampah plastik dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan produktif.