Dekarbonisasi mupakan salah satu fokus perusahaan pada tahun ini hingga 2030 mendatang.
Sebagai pembeli (offtaker) dari energi bersih, perusahaan mentargetkan bisa memproduksi produk yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kerja sama dengan Pertamina memberikan akses listrik EBT ke Pupuk Indonesia diyakini merupakan langkah kolaboratif yang bisa memberikan keuntungan bagi tiga BUMN.
“Ini punya nilai ekonomis. Dengan semangat kolaboratif ini semoga transisi energi juga bisa membuat value cretion. Masalah pembangkit kami alihnya, storage Pertamina alihnya. Pupuk ahlinya pupuk green dan hydrogen,” kata Darmawan.
PLN sendiri,lanjut Darmawan, sudah siap dalam pasokan listrik berasal energi bersih.
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Nantinya, dengan kolaborasi ini bisa mendukung Pupuk Indonesia dalam memproduksi green amonia dan blue amonia.
“PLN juga menyediakan sertifikat energi baru terbarukan (renewable energy certificate /REC) dari sisi hulu sampai hilir di seluruh pabrik milik Pupuk Indonesia,” ujar Darmawan.
Darmawan mengungkapkan, kesiapan PLN dalam mendukung Green Industry melalui operasional pembangkit berbasis EBT saat ini.