"Namun, setiap malam setiap masyarakat harus membayar Rp 14.000 agar mendapatkan akses listrik," ujar Darmawan.
Dengan adanya PLTS Messah ini, masyarakat kini bisa menikmati listrik 24 jam. Selain itu, PLN memberlakukan tarif yang sama untuk semua pelanggan.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Masyarakat hanya membutuhkan Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per bulan untuk mengisi token listrik mereka.
Dengan hadirnya listrik di Pulau Messah ini masyarakat jadi bisa meningkatkan aktivitas, terutama aktivitas ekonomi mereka.
Mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.
Baca Juga:
Tak Pulang Demi Terang, Riki Waberta 4 Tahun Tak Mudik Jaga Listrik Istana dan Jutaan Pelanggan Saat Lebaran
Namun setelah ada listrik, perekonomian Pulau Messah tumbuh dengan diversifikasi usaha lain seperti UMKM rumahan, toko klontong, bahkan toko pulsa.
Selain itu anak-anak sekolah juga mampu menikmati terang lampu dan bisa belajar dengan baik.
Seorang warga Pulau Messah, Haji Basgun (51 tahun) sangat bahagia dengan hadirnya listrik di Pulau Messah.