2. Lakukan pengecekan dan pencatatan pada peralatan yang membutuhkan listrik. Sebagai contoh misal di rumah Anda menggunakan berbagai peralatan di bawah ini 1 buah mesin cuci dengan daya 350 watt, 1 buah kulkas dengan daya 350 watt dan 1 buah TV dengan daya 80 watt.
3. Melakukan estimasi penggunaan peralatan listrik, Penghitungan estimasi ini dilakukan berdasarkan perkiraan lamanya penggunaan peralatan listrik tiap harinya. Berikut ini adalah contoh estimasi penggunaan listrik dari data diatas:
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
- 1 mesin cuci dengan daya listrik 350 watt digunakan satu jam per hari, maka total penggunaan 350 watt.
- 1 kulkas dengan daya listrik 350 watt, umumnya menyala selama 24 jam. Maka estimasi nya 350 x 24 = 8.400 watt.
- 1 TV dengan daya listrik 80 watt, pemakaian dalam sehari 5 jam. Maka estimasi nya 80 x 5 = 400 watt.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
4. Cara menghitung biaya listrik dengan menjumlahkan semua estimasi penggunaan peralatan listrik di rumah anda. Berdasar data diatas maka jumlah penggunaan daya listrik adalah 350 watt + 8.400 watt + 400 watt = 9.150 watt.
Selanjutnya merubah satuan watt menjadi kilowatt per hour atau kWh. Caranya adalah dengan membagi jumlah penggunaan daya dengan 1.000, atau 9.150:1.000 = 9,15 kWh.
Angka ini kemudian digunakan untuk menghitung perkiraan biaya listrik harian, dengan cara dikalikan dengan tarif dasar listrik sesuai golongan yang dipakai di rumah. Jika tarif dasar listrik adalah 900 VA maka biayanya 1.352 per kWH,