Secara terperinci, klaster pertama adalah penanganan kesehatan sebesar Rp 122,54 triliun yang digunakan untuk lanjutan penanganan Covid-19 dan percepatan serta perluasan vaksinasi di Indonesia.
Kedua, klaster perlindungan masyarakat Rp 154,76 triliun.
Baca Juga:
Sebelum Dianiaya, Kepala Desa Muara Bolak Tantang Perang Ketua Forum Komunikasi Warga
Dalam klaster kedua inilah anggaran BLT minyak goreng itu berasal.
Selain itu, terdapat pula fokus program lain yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin, dan penanganan kemiskinan esktrem.
Kemudian yang klaster ketiga adalah penguatan pemulihan ekonomi dengan anggaran Rp 178,32 triliun yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan produktivitas.
Baca Juga:
Penyimpangan BLT Covid-19 di Desa Lenju, Donggala Kembali Diungkit Warga: Mantan Bupati Kasman Lassa Mengetahui
Adapun, realisasi dana PEN hingga 25 Maret 2022 tercatat sebesar Rp 22,6 triliun atau setara dengan 5 persen dari pagu anggaran yang disediakan.
Secara mendetail klaster kesehatan telah terserap Rp 800 miliar, klaster perlindungan masyarakat Rp 21,2 triliun, serta klaster penguatan ekonomi Rp 600 miliar.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat ini terjadi lonjakan harga minyak goreng akibat terpengaruh kondisi ekonomi global yang membuat sejumlah bandrol komoditas penting melambung.