Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang.
Menurutnya, harus ada langkah mitigasi khusus dari pemerintah sebelum meresmikan kendaraaan listrik sebagai pilihan moda transportasi.
Baca Juga:
Surati Menhub, Forkada se-Kepulauan Nias Minta Layanan Penerbangan Ditingkatkan
"Menurut saya perpindahan dari energi fosil ke listrik bukan solusi utama moda transportasi karena tetap menyebabkan kemacetan dan tidak berdampak besar sekali, kecuali hanya untuk bus saja. Karena yang penyumbang terbanyak dari motor," tutur Deddy.
Sebagai informasi, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkomitmen mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.
Terlebih, tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan internasional G20.
Baca Juga:
Resmikan Bandara Dhoho Kediri, Luhut: Bandara Pertama yang Dibangun Tanpa APBN
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan gelaran G20 tersebut merupakan momentum yang tepat mengingat fokus agendanya penciptaan pembangunan yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan yang lebih baik di masa depan.
Lebih lanjut Budi mengaku, adanya permasalahan lingkungan seperti pemanasan global, efek gas rumah kaca, dan emisi karbon, mengharuskan semua pihak melakukan upaya penanganan yang serius salah satunya dengan mulai menggunakan kendaraan berteknologi ramah lingkungan.
"Saya berharap momentum Presidensi Indonesia pada G20 dan Gerakan Nasional BBI [Bangga Buatan Indonesia] dapat lebih memasifkan kampanye penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.