WahanaListrik.com | Satgas Pangan Polri belum menemukan mafia di balik tingginya harga minyak goreng.
Fakta yang ditemukan hanyalah maraknya pedagang dadakan atau reseller.
Baca Juga:
Frans Antoni Diduga 168 Kali Bawa Uang Tunai Jaringan Fredy Pratama ke Thailand
"Yang ditemukan di lapangan cukup banyaknya pedagang dadakan, reseller dan pelaku usaha," ujar Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika saat dikonfirmasi, Rabu (23/3/2022).
Para pedagang dadakan itu menggunakan media sosial untuk menjual minyak goreng. Mereka pun tak mengikuti kebijakan pemerintah soal Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah," ungkap Helmy.
Baca Juga:
Frans Antoni Diduga Bawa Uang Narkoba ke Thailand 168 Kali, Nilainya Minimal Rp1 Miliar Sekali Jalan
Dengan temuan itu, fenomena tingginya harga minyak goreng bukan dikarenakan praktik mafia atau kartel yang menjadi isu belakangan ini.
"Jadi sementara ini temuan kami lebih personal pelaku usaha, bukan mafia minyak goreng," kata Helmy.
Selain itu, berdasarkan penelusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, faktor utama penyebab mahalnya harga minyak goreng karena ada peningkatan bahan baku.