WahanaListrik.com | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kenaikan harga minyak mentah dunia yang naik menjadi 118 dolar AS per barel.
Akibatnya, harga bahan bakar minyak (BBM) di negara yang tidak memberi subsidi naik hingga dua kali lipat atau 100 persen.
Baca Juga:
Survei BI: Konsumen Tetap Percaya Ekonomi Kuat, Tapi Porsi Tabungan Mulai Menipis
Namun Indonesia masih mempertahankan harga untuk BBM yang disubsidi. Artinya, harga BBM tidak terkoreksi meskipun harga minyak mentah dunia melonjaknya.
"Negara-negara yang tidak mensubsidi BBM-nya naik langsung dua lipat. Bayangkan kita naik 10 persen saja demonya tiga bulan. Ini naik dua kali lipat artinya 100 persen naik," katanya dalam pengarahan tentang aksi afirmasi bangga buatan Indonesia yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/3/2022).
Sekadar informasi, Indonesia sebagai pengimpor minyak mentah dunia tiap tahun harus mensubsidi harga jualnya ke masyarakat.
Baca Juga:
Perkuat Pencegahan Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih Ditunjuk Jadi Plh. Dansatgas Karhutla Jambi 2026
Sepanjang 2021, subsidi energi mencapai Rp 131,5 triliun. Melonjak dari 2020 yang sebesar Rp 110,5 triliun.
Sementara pada tahun ini, subsidi energi di bulan pertama sudah tembus Rp 10,2 triliun atau melonjak 347,2 persen dari Januari 2021.
Lebih lanjut, Jokowi juga menyinggung harga kebutuhan lain yang ikut-ikutan naik seperti gas dan pangan. Hal tersebut terjadi karena kelangkaan energi yang diperparah dengan adanya perang Rusia-Ukraina.