Masalahnya adalah Nissan Leaf yang dijual di Australia berbeda spesifikasi dengan Nissan Leaf yang dijual di wilayah lain.
Di Benua Kangguru itu, mobil listrik buatan Jepang itu tidak memiliki kemampuan Vehicle to Grid atau Vehicle to Home. Jadi sama sekali belum mampu mengaliri listrik ke rumah secara langsung.
Baca Juga:
Terungkap Usai Tragedi KRL di Bekasi, Ini Alasan Mobil Listrik Tak Bisa Didorong Sembarangan
Beruntung Shane Maher memiliki kemampuan teknis yang cukup di bidang kelistrikan.
Dia kemudian membeli sebuah inverter yang digunakan untuk mengalirkan listrik yang ada di Nissan Leaf ke rumah mereka.
Berkat inverter itu, pasangan Shane Maher dan Karen Maher bisa terus menggunakan pemanas air, freezer dan mengisi baterai ponsel serta tablet. Listrik yang ada di Nissan Leaf juga bisa menyalakan lampu di rumah mereka.
Baca Juga:
Dealer Honda Berguguran! Pemerintah Buka Suara soal Ancaman Besar di Balik Tren Ini
"Kami senang dengan solusi yang ada saat ini. Hanya saja masalahnya adalah keterbatasan charging station di Canberra membuat kami kesulitan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik ini," ujarnya.
Menurut Karen Maher saat ini di Ibu Kota Australia itu hanya ada 4 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Mereka harus berebutan dengan pemilik mobil listrik lainnya untuk mengisi ulang baterai mobil listrik tersebut. [Tio]