“Melalui kesepakatan ini, maka kerjasama dan sinergi ini kita tingkatkan kembali. Melalui sinergi ini kita akan meningkatkan pasokan batu bara hingga 20 juta ton untuk PLN sehingga PLN bisa _secure_ dalam hal pasokan bahan bakar,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Niaga KAI Dadan Rudiansyah menambahkan, KAI ingin turut serta dalam memastikan pasokan bahan baku untuk pembangkit aman.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Keterlibatan KAI sebagai bentuk nyata dalam turut serta menjaga ketahanan energi melalui angkutan kereta api yang dapat diandalkan.
Angkutan barang menggunakan Kereta Api memiliki berbagai keunggulan seperti aman, tepat waktu, serta ramah lingkungan.
Batu bara sendiri merupakan komoditi dengan volume paling besar dalam angkutan KAI, di mana pada tahun 2021 jumlahnya mencapai 76 persen dari keseluruhan angkutan barang KAI.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
“HoA ini merupakan suatu terobosan serta langkah yang baik dan diharapkan dapat terselenggara secepatnya dengan mengedepankan Good Corporate Governance (GCG). Ke depan KAI juga akan mempersiapkan investasi khusus untuk project ini,” ujar Dadan.
Sebagai informasi, PTBA dan KAI bukan nama asing pada proses penyediaan batu bara untuk pembangkit-pembangkit PLN. Kerja sama dengan kedua BUMN ini telah dilakukan sejak tahun 1980-an.
Sinergi PLN, PTBA dan KAI untuk memastikan rantai pasok batu bara, merupakan wujud nyata dari peran BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui keandalan dan kontinuitas penyediaan energi listrik bagi seluruh masyarakat.