Upaya ini dilakukan untuk mengetahui kondisi jaringan listrik serta kendala yang dialami oleh tim saat melakukan pengecekan serta penormalan jaringan listrik.
Kondisi tersebut berbeda saat cuaca sudah mendung dan berpotensi hujan. Siaga penuh diterapkan oleh petugas.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sependapat dengan Statement Personel Siaga PLN 24 Jam: “Ini Bukan Pengorbanan Tapi Ini Tanggungjawab Kami”
Hendy menuturkan, pemetaan potensi padam karena bencana sudah dilakukan.
Tiga wilayah yang masih menjadi perhatian serius dan butuh penanganan ekstra. Sebab lokasinya berada di dataran tinggi dan memiliki akses yang cukup menantang.
“Kalau wilayah potensi padam atau gangguan listrik semuanya sama. Tetapi yang kami waspadai itu di Kecamatan Tiris, Krucil dan Kotaanyar. Sebab tingkat kerapatan pohonnya cukup tinggi,” bebernya.
Baca Juga:
Konsumsi SPKLU Rest Area 130A Cipali Tembus 25 Ribu kWh Saat Mudik Lebaran
Jaringan listrik yang harus steril dari benda apapun sejauh 3 meter samping, atas dan bawah. Jangan sampai terganggu oleh pohon.
Baik pohon produktif maupun pohon liar. Karena itulah rutin kami lakukan pembersihan dahan dekat jaringan. Tujuannya memang agar tidak mudah padam.
“Kami upayakan tindakan cepat. Agar dampak padam tidak lama. Tetapi cepat dan lambatnya penanganan tergantung kondisi kerusakan dan medan di lapangan,” tandasnya. [Tio]