Adapun, imbuhnya, di dalam masterplan Eco Airport 2021-2030, AP II fokus pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai energi baru terbarukan.
“Pada fase pertama yakni 2021, sudah diimplementasikan pemanfaatan EBT yakni PLTS yang dipasang di atap bangunan di sejumlah gedung di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, dan Bandara Banyuwangi dengan kapasitas 1,83 MWp [megawatt peak]," sebutnya.
Baca Juga:
Siapkan SDM Untuk Transisi Energi, PLN dan IT PLN Beri Pelatihan Energi Terbarukan Bagi Siswa SMA
Kemudian pada fase kedua yakni tahun ini, direncanakan penggunaan PLTS Atap mencapai EBT 3,78 MWp.
Selanjutnya pada fase ketiga yaitu 2023-2025 direncanakan pemanfaatan PLTS di atas tanah (ground mounted) berkapasitas 18,69 MWp dan PLTS terapung (floating) berkapasitas 1,8 MWp.
"Pada 2025, ditargetkan seluruh 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp,” tutur Awaluddin.
Baca Juga:
Prabowo Dorong PLTD Diganti PLTS, ALPERKLINAS: Saatnya Indonesia Membangun Kemandirian Energi
Sebagai tambahan, dalam pemanfaatan EBT ini, AP II mempersiapkan tiga aspek penting yakni SDM, proses, dan teknologi. [Tio]