WahanaListrik.com | Saat bulan Ramadhan, beragam jajanan akan tumpah ruah di berbagai sudut jalan, diburu oleh banyak orang.
Mulai dari gorengan yang menggoda, aneka es menyegarkan, hingga bubur manis mengenyangkan.
Baca Juga:
Sapa Pengguna Jalan, Polres Labusel Bagikan Seratus Paket Takjil di Jalinsum Kota Pinang
Orang-orang menyebutnya, takjil.
Istilah takjil telah lama melekat pada makanan-makanan ringan pembuka puasa.
Bagaimana awal mula kemunculan istilah ini?
Baca Juga:
Berkah Ramadan, PADI Tangsel dan Ormas Bersatu Bagi-bagi Takjil
Kata takjil berasal dari bahasa Arab ta'jil yang berarti menyegarkan berbuka. Artinya, mereka yang berpuasa sebaiknya segera berbuka saat magrib tiba dengan menu yang mudah didapat. Misalnya, seteguk air atau sebuah kurma.
"Istilah ta'jil ini kemudian mempunyai makna baru di Indonesia yaitu penganan khas untuk berbuka puasa; seperti kolak, aneka kue, dan minuman segar lainnya," jelas pakar kuliner Arie Parikesit suatu waktu seperti diberikan Kumparan.
Makna baru ini akhirnya diserap dalam bahasa Indonesia menjadi takjil dan terdaftar dalam KBBI.