“Dari situ kebiasaan makanan yang manis untuk berbuka mulai menyebar. Aneka bubur manis, kue manis, dan es jadi favorit untuk mengembalikan energi usai berpuasa,” terangnya.
Sedangkan, menu gorengan baru muncul setelah minyak goreng dikenal luas. Masyarakat mulai punya kebiasaan baru dalam berbuka puasa, menyantap gorengan bercita rasa manis maupun gurih.
Baca Juga:
Kejari Gunungsitoli Bersama Kodim Nias dan PLN Kompak Bagi-bagi Takjil Gratis ke Warga
Sementara itu, Amaliah, staf peneliti makanan tradisional dan keragaman pangan lokal Nusantara Pusat Studi Pangan & Gizi UGM mengungkapkan, menu khas Ramadhan muncul dari pemanfaatan bahan-bahan yang ada di alam.
Keragaman komunitas yang ada di Indonesia juga punya pengaruh cukup besar.
Tiap periode, akan muncul tren makanan baru sesuai komunitas atau akulturasi yang terjadi.
Baca Juga:
Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, Kapolres Subulussalam Bagikan Takjil Buka Puasa untuk Tahanan
“Di Jakarta, dengan berbagai komunitas yang ada, muncul banyak sekali ragam makanan untuk berbuka. Mulai dari bubur kampiun, ragam kolak, dan lain lain,” pungkasnya. [Tio]