WahanaListrik.com | PT PLN (Persero) optimistis dapat menjaga keandalan suplai listrik ke pelanggannya karena pemenuhan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) telah sesuai rencana.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pasokan batu bara di 17 pembangkit yang sebelumnya dalam kondisi kritis, saat ini telah mencapai rata-rata 15 hari operasi (HOP).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
“Kondisi sistem kelistrikan di seluruh Indonesia dalam kondisi cukup,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (4/2/2022).
Darmawan menjelaskan, dukungan pemerintah dan seluruh stakeholders membuat suplai batu bara ke pembangkit mampu terpenuhi sesuai rencana.
Dia pun berjanji akan berupaya maksimal menjaga pasokan batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik melalui pengamanan berlapis.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
“PLN telah melakukan perubahan paradigma dalam monitoring dan pengendalian pasokan batu bara, yang semula berfokus pada pengawasan di titik bongkar menjadi berfokus di titik muat,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini PLN dapat melakukan deteksi dini dan melakukan corrective action jika terdapat potensi kegagalan pasokan karena ketersediaan batu bara dan armada angkutan.
Dengan begitu, kepastian pasokan batu bara untuk pembangkit listrik akan lebih terjaga.