WahanaListrik.com | Konflik Rusia dan Ukraina dikhawatirkan bakal memicu pemerintah untuk mempercepat implementasi penaikan tarif dasar listrik (TDL).
Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho menuturkan penaikan TDL akan dilakukan terhadap 13 golongan pelanggan nonsubsidi seiring dengan kenaikan harga minyak dan gas akibat ketegangan Rusia-Ukraina pada awal tahun ini.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Manuver itu, lanjutnya, bakal dilakukan untuk mengurangi beban yang mesti ditanggung PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyusul potensi kelanjutan gejolak harga bahan bakar minyak atau BBM yang sudah di posisi US$95 per barel pada Selasa (15/2/2022).
“Kemungkinan besar kalau harga minyak ini terus meningkatkan kenaikan TDL akan dimajukan karena ini akan berimplikasi pada biaya yang perlu ditanggung oleh PLN,” kata Andry, Selasa (15/2/2022).
Di sisi lain, lanjutnya, inflasi untuk barang domestik juga bakal terkerek lantaran 75 persen pengadaan Liquified Petroleum Gas (LPG) masih berasal dari impor.
Baca Juga:
Siap Kuasai Udara, Rusia Tampilkan Prototipe Senjata Laser Antidrone
Sementara, komponen LPG cukup dominan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Menurut Randy, ketegangan Rusia-Ukraina itu bakal menggerek harga BBM mencapai US$100 per barel di tingkat dunia.
Kondisi itu belakangan bakal turut menentukan harga pasokan BBM dalam negeri.