Setelah berhenti di lokasi yang terbilang aman, pastikan benar tidaknya kecelakaan atau hanya upaya pemerasan dengan modus pura-pura tertabrak.
“Sehingga, nanti bisa kita selesaikan apakah benar itu kejadian kecelakaan lalu lintas atau memang itu bohong, modus seperti ini. Dan segera, pokoknya jangan sampai kita panik,” urainya.
Baca Juga:
Maksimalkan Penjagaan, Polisi Jamin Keamanan Wisatawan di Kepulauan Seribu
Kepada masyarakat yang kebetulan melihat modus semacam itu di jalanan, Budi mengimbau agar mereka jangan terprovokasi dengan ucapan terduga pelaku pemerasan.
Untuk diketahui, saat mencoba memeras korban, AF berteriak kepada warga sekitar bahwa pengendara kendaraan telah menabrak dirinya. Saat itu, AF berusaha menghasut warga sekitar saat itu.
“Jangan terprovokasi. Jadi, jika ada yang bilang itu maling, jangan terprovokasi,” sebut Budi.
Baca Juga:
Pria di Thailand Tega Tembak Buah Zakar Teman Gara-gara Ditagih Utang Rp73 Ribu
“Jangan ikut-ikutan, langsung berikan kepada aparat yang berwajib, sehingga kita bisa mengecek, meng-clear-kan itu benar pidana atau bukan. Jadi jangan cepat terpengaruh provokasi,” sambung dia.
Diberitakan sebelumnya, aksi AF saat mencoba memeras pengendara mobil di Pasar Rebo itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial pada Jumat (28/1/2022).
Dalam video yang beredar, tampak AF berupaya memberhentikan mobil dengan dibonceng oleh pengendara motor.